ROTI KUCING

Print
Roti kucing adalah perpaduan kegiatan sosial antara "Depot Rerotian" dengan "Rumah 1000 Kucing".
Kegiatannya saling memberi manfaat untuk orang banyak dan berbelas kasih.
Hari / Tanggal : Jumat, 6 Mei dan Sabtu, 7 Mei 2016
Jam : 16.00 - 22.00 WIB
Tempat : Depot Rerotian, Jalan Rawamangun Jakarta Pusat
Partner Kegiatan : Rumah 1000 Kucing, Depot Rerotian, dan pengelola perpustakaan lapas, Salemba Jakarta

Konsep dasar:
Multitalenta Suyadi, atau yang dikenal sebagai Pak Raden juga dikenal sebagai penulis buku. Baik buku anak, maupun buku pengetahuan populer.
Ratusan buku pernah ia "dandani" dengan ilustrasi yang bukan hanya indah, sangat Indonesia, tapi juga sangat informatif.
IMG_0366Dengan buku buku yang pernah ia lahirkan, bangsa Indonesia berhutang budi atas jasa jasanya. Dengan ratusan buku yang pernah ia buat ilustrasinya, dan 40 an judul yang pernah ia buat sendiri, terlihat sangat jelas bahwa Suyadi adalah pahlawan perbukuan.
Tanggal 17 Mei mendatang adalah Hari Buku Nasional. Rumah 1000 Kucing dan Depot Rerotian bekerjasama dengan Pustaka Lapas, mengadakan pengumpukan dana untuk melengkapi perpustakaan di Rutan Salemba.
Sebagaimana hak asasi, bahwa para narapidana juga membutuhkan bacaan untuk memperkaya khazanah bathin dan pengetahuan selama masa tahanan.
TUJUAN:
Program Rutin ROTI KUCING kali ini bertema buku dengan harapan dana yang terkumpul akan menjadi entri penambah judul buku koleksi Pustaka Lapas.
IMG_0370Selain buku, foto Suyadi (karya Agung Dinarwan) koleksi Rumah 1000 Kucing yang sudah dilengkapi tandatangan Suyadi sejak setahun silam, dan sketsa mini (media pensil di atas karton ukuran 15 x 15 cm dan 25 x 25 cm, tanpa pigura) koleksi Rumah 1000 Kucing.
DUA IKON:
Rumah 1000 Kucing, sejak lima tahun lalu sudah bergerilya mengumpulkan buku buku karya Suyadi.
Baik buku yang ia tulis, atau bahkan yang ia bertindak sebagai ilustrator, dan bahkan Suyadi sebagai  mengerjakan keduanya.
Info dan detail acara:
Jt Wahyu : 0878 81111057
Agung Dinar: 0857 80555994
Anis Wuku : +62 812 12449666
www.pakraden.org
IG : @menghormatigambar

 •  kiwari  •   • 

BUKU LANGKA PAK RADEN

BUKU LANGKA PAK RADEN :

Koleksi Sastra Anak Karya Pak Raden

IMG_9162

Drs Suyadi (Pak Raden) memulai segala bentuk seninya dengan menggambar. Dia membuat boneka dari cerita asli “Si Unyil” karangan penulis Kurnain Suhardiman. Dulu dia mendalang, dan pada akhirnya dia mendalang lewat ratusan sketsa gambar wayang orang/kulit/folek. Dia bercerita dengan cara menggambar. Dia melukis dan membuat sketsa tentu dengan keahliannya menggambar.

Salah satu yang paling penting dalam kiprahnya adalah menulis buku. Baik sebagai penulis cerita, ilustrator, bahkan keduanya.

Berikut ini adalah sejumlah buku karya Pak Raden, yang mempresentasikan kekuatannya dalam menggarap ilustrasi, sekaligus membuat ilustrasinya.

Relawan Pak Raden (Re-PR) yang tergabung dalam payung Rumah 1000 Kucing sejak dua tahun lalu mengumpulkan buku buku karya Pak Raden, terutama buku lama yang sudah sulit dicari dipasaran. Buku buku langka tersebut dicari dan dikumpulkan dengan swa-biaya dan swa-daya.

Tujuannya untuk keperluan pendokumentasian karya Pak Raden. Saking asyiknya, kumpulan buku buku langka tersebut jauh melampaui target. Istilahnya kebablasan jadi tumpukan buku langka yang bisa dijual.

IMG_9276

Dan sejak dua tahun lalu itu pula, Rumah 1000 Kucing telah menjual buku buku yang sudah ditandatangani oleh Pak Raden itu.

Jadi, kumpulan buku buku yang dijual dari kami, Rumah 1000 Kucing punya keistimewaan tersendiri. Selain beberapa judul buku tersebut terbilang langka, pun bukunya sudah diparaf oleh Pak Raden.

Berikut ini adalah empat judul buku karya Pak Raden tersedia di Rumah 1000 Kucing, yang keempat judul buku ini sudah lengkap dibundel / jilid dalam satu paket buku :

1).  Buku “Pedagang Peci Kecurian” pernah diterbitkan oleh Penerbit Djambatan (cetakan pertama tahun 1971, cetakan kedua tahun 1974). Buku tersebut sudah langka di pasaran dan penerbitnya sudah tutup.

Buku yang tersedia adalah cetakan ketiga, Mei tahun 2004. Sejumlah buku “Peci” koleksi Rumah 1000 Kucing ini sudah diparaf Pak Raden sejak 2 tahun lalu.

Ukuran buku : 16 X 16 Cm, tebal buku : 26 halaman. Ilustrasi buku : hitam putih.

2). Buku “Siapa Punya Kuali Panjang ?” adalah buku yang naskahnya ditulis Drs. Suyadi (Pak Raden) yang ilustrasi bukunnya dikerjakan Nana Ruslana (asistennya dalam berkarya sejak tahun 1969). Buku ini pernah diterbitkan oleh Penerbit Djambatan (cetakan pertama tahun 1982, cetakan kedua tahun 1984). Buku tersebut sudah langka di pasaran dan penerbitnya sudah tutup.

Buku yang tersedia adalah cetakan ketiga, tahun 2004. Sejumlah buku “Kuali” koleksi Rumah 1000 Kucing ini sudah diparaf Pak Raden sejak 2 tahun lalu.

Ukuran buku : 16 X 16 Cm, tebal buku : 34 halaman. Ilustrasi buku : hitam putih.

3).  Buku "Kalau yang Enak Didahulukan” yang naskahnya juga ditulis oleh Drs. Suyadi (Pak Raden) yang ilustrasi dikerjakan Nana Ruslana diterbitkan oleh Penerbit Djambatan Djambatan (cetakan pertama tahun 1982).

Buku ini sudah langka di pasaran dan penerbitnya sudah tutup. Buku yang tersedia adalah cetakan kedua, tahun 2004. Sejumlah buku “yang Enak” koleksi Rumah 1000 Kucing ini sudah diparaf Pak Raden sejak 2 tahun lalu.

Ukuran buku : 16 X 16 Cm, tebal buku : 26 halaman. Ilustrasi buku : hitam putih.

4). Buku "Gua Terlarang" adalah hasil kolaburasi antara Pak Raden dan penulis anak anak Kurnain Suhardiman. Buku ini pernah diterbitkan oleh Penerbit Djambatan (cetakan pertama tahun 1972, cetakan kedua 1977).

Buku ini sudah langka di pasaran dan penerbitnya sudah tutup. Buku yang tersedia adalah cetakan ketiga, Mei tahun 2004. Sejumlah eksemplar buku “Gua’ koleksi Rumah 1000 Kucing ini sudah diparaf Pak Raden sejak 2 tahun lalu.

Ukuran buku : 16 X 16 Cm, tebal buku : 50 halaman. Ilustrasi buku : hitam putih.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Adapun judul buku karya Pak Raden yang cocok untuk kolektor buku yang tersedia meskipun tidak begitu banyak atau jumlah sangat terbatas adalah :

  1. 1000 Kucing untuk Kakek, Penerbit Djambatan 1974, Tebal buku : 36 halaman, ukuran buku : 17,5 X 17,5 Cm. Ilustrasi buku : hitam putih. Lengkap dengan tanda tangan asli Pak Raden
  2. Petruk jadi Raja, Penerbit KPBA, 2008. tebal; 40 halaman,ukuran 17 X 17 Cm. Ilustrasi buku : hitam putih. Lengkap dengan tanda tangan asli Pak Raden
  3. Istana di Bukit Karang. Penerbit Djambatan, terbitan pertama 1977. Ukuran buku : 17 X 17 Cm, tebal buku : 32 halaman. Ilustrasi buku : hitam putih. Lengkap dengan tanda tangan asli Pak Raden
  4. Joko Kendil.  Penerbit Djambatan, terbitan pertama 1977. Ukuran buku : 17 X 17 Cm, tebal buku : 32 halaman. Ilustrasi buku : hitam putih. Lengkap dengan tanda tangan asli Pak Raden

Informasi lengkap hubungi Arif Perdana Tarigan (WA) : +62 812 21901318

email : karyapakraden@gmail.com

 •  kiwari  •   • 

Suyadi adalah Pak Raden

IMG_0158

Pada tahun 2O13 saya memantapkan diri membahas biografi drs.Suyadi untuk keperluan skripsi.

Sejalan dengan niat itu saya mendapat kabar bahwa terkait dengan kondisi Pak Raden yang tidak terlalu mudah untuk menerima wawancara sementara waktu.

Dia harus banyak istirahat dan tak bisa di temui oleh sembarangan orang. Maksudnya, waktunya lebih banyak difungsikan untuk istirahat dan menyelesaikan sejumlah sketsa / lukisan / dan ilustrasi.

Peran manager bagi Pak Raden sangat penting saat itu. Membuat jadwal sekaligus menyeleksinya. Mana yang patut ditanyakan, mana yang sebaiknya tidak perlu ditanyakan sebab banyak info tentang Pak Raden di internet dll dsb.

Tak mudah mendapatkan jadwal moto Pak Raden, jadi saya termasuk orang yang beruntung.

Dan akhirnya saya mendapat kesempatan emas. Pak Raden mendapatkan penghargaan Pengabdian Seumur Hidup dari Paguyuban Artis dan Rekaman Indonesia,  acara digelar di Senayan Jakarta.

Di sanalah  akhirnya saya banyak ngobrol bertanya tanya langsung.

 Saya punya kesempatan memotret berapa pose yang menurut saya ciamik sekali untuk pertama kali saya baru mengenal beliau tetapi beliau sangat bisa di arahkan untuk di pintai pose di depan kamera.

Semenjak itu pula saya di percayai untuk sering memotret semua kegiatan Pak Raden, baik ketika sedang di atas panggung, di belakang panggung, sedang make up, ataupun semua kegiatannya di rumah.

Walaupun kami sudah dekat, dan terkadang Pak Raden suka bercanda mengenai nama saya, beliau sering sekali memanggil nama saya “ Nak Agung Podomoro Grup’’, beliau tidak sungkan untuk bercanda dengan saya, saya pikir untuk orang tua seumuran beliau dengan notabened nya seorang lagenda, dia sangat membuka diri, bahkan dia tidak ragu terkadang duduk di luar sambil minum bajigur bersama saya dan beberapa teman relawan lainnya.

Namun saya tidak bisa selalu serta merta terus memotret semua kegiatan beliau, saya tidak ingin beliau merasa risih karena selalu saya foto, saya selalu melihat ekspresi dan mood beliau, selalu saya awali dengan bertanya, memulai komunikasi, dalam dunia fotografi khususnya fotografi human interest, maupun portrait, memang harus diawali dengan komunikasi yang baik, sehingga model ataupun manusia yang di jadikan objek foto tidak merasa terintimidasi dengan keberadaan kamera dan suara shutter yang bersautan, buat lah si objek nyaman, sehingga foto yang dihasilkan mampu menyampaikan rasa yang diperlihatkan oleh si model atau objek foto.

Begitupun juga hal yang saya lakukan terhadap Pak Raden, terkadang kalau beliau sangat lelah terlhat dari raut wajahnya pun, saya kembali memasukan kamera saya kedalam tas saya.

Hal yang paling berkesan waktu itu ketika dia sedang make up, dia berseloroh “kok ngga bosen bosennya tho foto saya terus’’ di tengah tengah kegiatan berdandan, pada bagian saat sedang memasang kumis, dia berkata “ini yang merubah segalanya’’ buru buru saya mengambil moment tersebut, ya memang drs.suyadi tanpa kumis sangat terlihat berbeda sekali, bahkan jauh dari image Pak Raden, mungkin kalau beliau jalan jalan keluar, jarang sekali mungkin orang yang mengenalinya.

Berikut ini adalah selintas hasil bidikan saya dengan kamera Canon DSLR 11OO D Foto ini saya ambil benerapa tahun lau sebelum sang legenda pergi ke Rumah Tuhan di istirahatnya yang abadi.

(Teks dan Foto Agung Dinarwan).

IMG_19153 IMG_6075

IMG_5605 IMG_5114IMG_4946 IMG_03358 IMG_0158 22

 •  kiwari  •   •